Tags

, , ,

Adapun rukunnya ada dua, yaitu:

  1. menafikan segala sesuatu sesembahan yang ada di jagad raya ini, kecuali Allah
  2. menetapkan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi dengan sebenar-benarnya.

Rukun pertama diwakili kalimat ‘لا إله’ sementara rukun kedua terkandung dalam kalimat ‘إلا الله’. Ketua ulama Jawa di Makkah Al-Mukarramah sekaligus salah satu penandatangan dokumen kesepakat ulama Makkah dan Nejed dalam masalah ‘aqidah tauhid yang kemudian diterbitkan dengan judul Al-Bayan Al-Mufid, Muhammad Nur bin Isma’il Al-Fathani (w. 1363) menjelaskan dalam Kifayah Al-Muhtadi Syarh Sullam Al-Mubtadipada halaman ke-9, “Karena pada makna ‘لا إله إلا الله’ itu menafikan ketuhanan daripada yang lain daripada Allah dan menetapkan ketuhanan itu bagi-Nya jua.”

Advertisements